Jakarta - Dunia hiburan Indonesia berduka atas kepergian aktor senior Ray Sahetapy pada Selasa (1/4/2025) pukul 21.04 WIB. Kabar duka ini disampaikan oleh putranya, Surya Sahetapy, melalui unggahan di Instagram Story.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Titip salam cinta dan kangen ke Kak Gisca, Dad," tulis Surya Sahetapy.
Jejak Karier Ray Sahetapy di Dunia Film
Ray Sahetapy dikenal sebagai salah satu aktor berbakat yang berdedikasi tinggi dalam dunia perfilman Indonesia. Sejak memulai kariernya pada tahun 1977, ia telah membintangi lebih dari 70 film dari berbagai genre. Film-film terkenalnya antara lain Gadis (1980), The Raid (2011), Sebelum Iblis Menjemput (2018), hingga Nagabonar Reborn (2019).
Ray juga pernah mencicipi panggung Hollywood dengan terlibat dalam produksi Captain America: Civil War (2016). Dalam film tersebut, ia berperan sebagai pemimpin lelang dalam adegan yang sayangnya harus dipotong dari versi akhir film. Meski begitu, keterlibatannya dalam produksi Marvel tetap menjadi kebanggaan bagi perfilman Indonesia.
"Saya senang bisa membuktikan bahwa itu benar-benar hasil kerja saya di sana," ujar Ray dalam sebuah wawancara tahun 2020.
Perjalanan Hidup dan Prestasi
Ray Sahetapy, yang lahir dengan nama Ferenc Raymond Sahetapy pada 1 Januari 1957 di Donggala, Sulawesi Tengah, adalah lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Seangkatan dengan Deddy Mizwar dan Didik Nini Thowok, ia mengukir namanya sebagai aktor berbakat dengan kemampuan akting yang luar biasa.
Selain aktif di dunia perfilman, Ray juga merupakan tokoh penting dalam Parfi 56, sebuah organisasi artis film Indonesia. Sebagai ketua, ia berperan dalam upaya memajukan industri perfilman nasional bersama rekan-rekannya.
Belasungkawa dari Tokoh dan Rekan Sejawat
Kepergian Ray Sahetapy meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekannya di industri hiburan. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenang sosok Ray melalui akun media sosialnya.
"Selamat jalan Bang Ray Sahetapy. Banyak kenangan dari Oncor Studio di Tebet, Moskow 1996, dan banyak lagi. Al-Fatihah," cuitnya.
Ucapan belasungkawa juga datang dari aktor dan aktris tanah air seperti Lukman Sardi, Ayushita, dan Andhara Early. Mantan istrinya, Dewi Yull, turut menyampaikan doa untuk almarhum melalui Instagram.
Perjuangan Melawan Penyakit
Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan Ray Sahetapy mengalami penurunan. Pada pertengahan 2023, ia didiagnosis mengalami stroke yang memengaruhi kondisi fisiknya. Keluarga sempat membagikan kabar mengenai kondisinya dan meminta doa dari masyarakat.
"Terima kasih atas doa-doanya untuk Ayah. Bulan lalu, Ayah terkena serangan stroke yang mengharuskannya istirahat total," tulis putranya, Rama Putra Sahetapy, pada Juli 2023.
Kepergian Ray Sahetapy menjadi kehilangan besar bagi dunia perfilman Indonesia. Namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu aktor terbaik yang pernah dimiliki negeri ini. Selamat jalan, Ray Sahetapy. Karyamu akan tetap hidup di hati para pecinta film tanah air. (OR-AAA)
![]() |
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |